Senin, 28 Maret 2011

TEMBEM SEBELAH

Bukan. Ini bukan jenis tembem yang menggemaskan. Yah, sebenarnya ini juga menggemaskan sih, tapi menggemaskan dalam sudut pandang yang berbeda: menggemaskan yang bikin kamu pengen bunuh diri.http://www.emocutez.com

Begini ceritanya.

Hari Jumat. Waktu itu gak tahu kenapa saya lagi doyan banget makan yang manis-manis. Mungkin karena alam bawah sadar saya mensuggesti saya agar banyak makan yang manis-manis untuk menghindari lunturnya muka manis saya ini. Oke, ini ngaco. Pokoknya saya pengen makan yang manis-manis, itu aja.http://www.emocutez.com Dan jadilah saya beli Silv*r Qu**n Chunky bar dan hari itu juga saya makan habis sendirian. 

Ih, rakus ya.

Biarin.

Belum cukup dengan itu, Dafi yang kehausan karena panasnya hawa Kota Desa Gunungpati langsung menenggak teh melati-manis-panas-panas. Dan setelah itu barulah Dafi sadar, ada rasa cenat-cenut di giginya yang bolong.http://www.emocutez.com Kayaknya ada se-RW belatung joget dangdutan di sana. Sepertinya anak pak RT belatung lagi sunatan & nanggap orkes dangdutan. 

Hush, apaan sih.. ngelantur.

Dan sakit itu pun tak tertahankan.

Cenat-cenut tak tertahankan.

Semakin tak tertahankan.

Dan Dafi guling-guling di kasur. Numpukin bantal tiga susun di atas pipi untuk mengurangi rasa sakit. Berhasil. Dan Dafi pun tertidur.

Tapi pemirsa, ternyata pas bangun tidur sakitnya nongol lagi. Makin parah. Akhirnya, Dafi memutuskan untuk beli obat ke toko besi terdekat. Obatnya manjur! Tapi apa yang terjadi selanjutnya pemirsa???

Pipi Dafi bengkak sebelah. Jelek. Udah jelek dan tambah jelek. Rasanya ingin mati saja. *Plis deh gak usah lebai.

Keesokan harinya...

Hari Sabtu dan kuliah (seolah Hari Jumat dan sakit gigi dan pipi bengkak belum cukup memprihatinkan saja). Saya lengkapi: Hari Sabtu dan kuliah Linguistics dan popquiz―dan saya gak sempet belajar gara-gara sakit gigi yang supermenyiksa―dan pipi bengkak dan teman-teman memandangi pipi saya dengan pandangan aneh seolah itu adalah penyakit menular dan mematikan. Well, masih kurang puas? Saya lengkapi lagi: Hari Sabtu dan kuliah Linguistics dan popquiz―dan saya gak sempet belajar gara-gara sakit gigi yang supermenyiksa―dan pipi bengkak dan teman-teman memandangi pipi saya dengan pandangan aneh seolah itu adalah penyakit menular dan mematikan, dan sepulang kuliah saya jalan kaki ke klinik UNNES dan ternyata klinik tutup dan akhirnya saya pulang ke kos dengan hati tercabik-cabik.http://www.emocutez.com

Keesokan harinya lagi..
Pipi saya masih tembem sebelah. http://www.emocutez.com
oh, nasib.

0 comments:

 
Diberdayakan oleh Blogger.