Kamis, 27 Januari 2011

BALADA KOSTPANGSITA

Kospangsita.

Tiga tahun yang lalu, temanku Roma menemukan tempat ini. Kosan baru yang belum selesai dibangun. Berkapasitas 6 orang. Setelah mempromosikan kepada kami berlima, sepakatlah kami berenam untuk pindah ke kos tersebut.

Disebut kostpangsita karena waktu itu si ibu kost berjualan pangsit alias mie ayam. Tempat makan favorit anak SMANKA jaman itu.

Saya, Atik, Roma, Ayi, Wahyu, dan Ratih. Saya masih ingat benar awal-awal kami kost di tempat ini. Saya masih kelas XI SMA waktu itu. Menikmati hidup di kost tanpa banyak aturan, bebas tapi bertanggungjawab tentunya.

Konyol, saya dan teman sekamar saya menyebut kamar kami sebagai RT Cute sementara Ayi dan Roma menamai kamar mereka RT Sweet. Sedangkan junior kami: Ratih dan Wahyu tidak terlalu peduli dengan nama kamar mereka. Mungkin mereka menganggap konyol dan aneh perbuatan kami menamai kamar dengan sebutan sok imut itu. :P

Ada pertemuan ada pula perpisahan, Wahyu dan Ratih memutuskan untuk keluar dari kos, tinggallah kami berempat di kostpangsita, menjalani hidup dengan sekonyol-konyolnya. Hingga akhirnya datang penghuni baru: Nevi. Tak perlu banyak waktu untuk mengakrabkan diri karena kami sudah akrab. Ya, Nevi sudah akrab karena dia adalah teman sekelas saya dan sudah sering main di kostpangsita.

Di tahun ajaran baru, Ratih kembali lagi ke kostpangsita. Datang juga dua freshmen, Solehatin dan Risma. Bapak kos sudah menambahkan 1 kamar sehingga kami berdelapan tertampung di sana.

Dan di sinilah banyak cerita bermula.

Dari kostpangsita. Setiap pagi saling nitip beli makan di warung kecil Mak Yami, yang sering kami sebut Yummy’s Cafe. Konyol. Setelah sarapan bersama sambil mengantri mandi, kami berangkat sekolah bersama-sama ke SMANKA yang cuma berjarak selemparan batu jauhnya.

Masih jelas teringat memori bersama mereka para kostpangsiters, begitu saya menyebut mereka yang tinggal di kostpangsita. Canda, tawa, tangis, amarah, semuanya.

Teman-temanku.

Atik yang baik hati, lembut, cantik, rajin belajar dan menabung (beneran lho). Teman sekamarku yang begitu rajin hingga membuat saya malu karena kemalasan saya belajar. Kostpangsiter paling yang paling pendiam. Rajin banget belajar dan mengerjakan PR. Dari dia saya belajar ketulusan dalam persahabatan.

Ayi teman satu kos sekaligus sekelas yang juga baik, lucu, dan juga rajin. Saya enggak bisa lupa cara dia bicara yang lucu tanpa dia sengaja. Dia temanku paling kreatif, dia suka menama-namai sesuatu atau bahkan seseorang: dia yang memulai memanggil namaku Dapil, hingga akhirnya lahir juga Nepil dan Dwiell, sementara dirinya sendiri Cuyiell. Di kos pun, pas lagi boomingnya lagu-lagu Jepang, dia menamai dirinya Cuyiell Hamazaki, Hingga kami masing-masing meniru dengan namaku Dapiel Nara, Atik dengan Atik Kashiwabara, dan Roma dengan Roma Hikaru. :D

Roma. Dengan dia saya paling sering bertengkar dan berselisih. Lucu memang, seperti anak kecil kami bertengkar hanya karena hal-hal kecil. Tapi saya tahu dia orangnya penyayang, setiap kali ada anak kos yang sedih bahkan menangis, dia selalu jadi orang pertama yang menenangkan.

Nepil. Dia teman paling enak buat curhat masalah.....cinta. Yap. Biar tergolong masih muda, dia paling berpengalaman soal cinta, haha. Sering saya main di kamarnya buat curhat-curhatan. Hal yang tak pernah bisa saya lakukan 1,5 tahun ini. Dia juga lucu dan nggemessin...

Ratih, adik kos paling sopan. Selalu berbicara sopan dan bertingkah laku sopan. Bicara dengan kami sesame anak kos saja pake krama. Top deh.

Risma. Pas banget deh dia sekamar dengan Nepil, sama-sama petualang cinta, wkakaka. Yang paling enggak bisa lupa, dia sering bikin kami ngakak dengan gaya bicara yang terkadang dibikin-bikin manja.

Solehatin, teman sekamar Ratih yang demen banget nonton bola dan ngefans setengah mati sama Christiano Ronaldo. Dia sering sakit-sakitan. Karena masih junior, dia juga agak manja, terutama kalo sama Atik.

Momen-momen bersama mereka.

Masih ingat pas malem-malem kita kelaparan dan gak ada satu pun warung yang buka?
Kita cari makan sampe perempatan Sibedug jalan kaki.

Atau saat bosan di kos dan jalan-jalan malam gak jelas sampe alun-alun? Lari-lari di jalan gelap dan sepi sambil gaya-gaya dribble bola basket? (jalan-jalan apa latihan basket to?)

Nonton Supernatural rame-rame dan nangis-nangis pas Papi Sam mati?
Masih inget sama aku dan Cuyiell yang cinta mati sama Sam Winchester serta Atik dan Roma yang suka banget sama Dean Winchester dan perdebatan kami yang memperebutkan siapa yang lebih keren. (Pokoknya Sam lebih keren,titik!)

Masih inget sama jemuran yang penuh sesak pas lagi musim hujan hingga rok pramuka Cuyiell jatuh ke sumur.

Masih inget jalan-jalan ke pasar bareng Cuyiell.

Masih inget kebisaaan nongkrong di perda bareng Atik dan Cuyiell. (Mumpung libur, ke sana bareng-bareng lagi yuk!)

Masih inget solat tarawih di masjid golkar bareng-bareng.

Masih inget latihan mainin lagu Sigulempong pake recorder.

Masih inget pas ada yang nangis dan semuanya ngumpul jadi satu buat menghibur.

Masih inget waktu kumpul jadi satu desak-desak di RT Sweet ngerumpiin apa aja.

Masih inget saat hang out ke Expo. Beli poster Harry Potter and the Order of the Phoenix kembaran satu kos. Rame-rame naik Ombak Banyu.

Masih inget pas pulang les malem-malem bareng Atik, lagi-lagi kelaparan dan semua warung sudah tutup.

Masih inget pas Ego jailin kita sampe kita bete setengah mati.

Masih inget waktu Manis, kucing kesayangan Ego pacaran di ruang TV dan gangguin kita makan.

Masih inget Mas Lili? hahaha

Semuanya. Bersama kalian. Di Kostpangsita. Berkesan.
Semua sudah tak mungkin diulang. Memang. Tapi perjalanan itu, perjalanan hidup bersama kalian. Tak bisa aku lupakan.

0 comments:

 
Diberdayakan oleh Blogger.